Tampilkan postingan dengan label B. Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label B. Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juni 2012

Contoh Surat Kepada Bupati

Sidoarjo, 8 April 2012
Kepada Yth. Bapak Saiful Illah Selaku Bupati Sidoarjo
Di Tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Bapak Bupati yang saya hormati,
Ini adalah surat pertama saya untuk Bapak. Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri. Nama saya Reni Anggraeni dari Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo. Saya ingin berterima kasih kepada bapak atas kegiatan penanaman 1000 pohon yang dilakukan di sekitar alun-alun kota Sidoarjo. Namun, saya ingin memberikan sedikit pendapat saya mengenai penanaman 1000 pohon di Sidoarjo.
Bapak Bupati yang saya banggakan,
Penanaman 1000 pohon merupakan salah satu usaha baik untuk mengurangi dampak global warming yang mengakibatkan produksi oksigen di dunia semakin berkurang karena atmosfer yang bercampur emisi karbon telah mengikat oksigen. Selain mengurangi dampak global warming, penanaman 1000 pohon juga mempunyai tujuan dapat mencegah terjadinya banjir dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan betapa pentingnya menanam pohon.
Menanam pohon mempunyai berbagai manfaat antara lain :
1.      Dengan menanam 1 pohon dapat menghasilkan 1,2 kg oksigen/hari.
2.      Menanam 3 pohon di sekitar rumah mampu menghemat biaya AC hingga 50%
3.      Pohon dapat menurunkan partikel debu. Menurut pengamatan Bianpoem (1997) pohon dengan luas 300x400 m² dapat menurunkan kadar partikel debu dari 7.000 partikel/liter menjadi 4.000 partikel/liter.
4.      Pohon juga mencegah efek rumah kaca. Pohon mencegahnya dengan mengganti 3,7  ton CO² menjadi 2 ton O²
5.      Pohon juga mencegah hujan asam yang disebabkan gas CO² yang dihasilkan pabrik. Pohon akan menyerap gas tersebut dan mengubahnya menjadi O²
6.      Selain itu, dengan menanam pohon kelestarian lingkungan terjaga dan dapat membuat Sidoarjo menjadi lebih segar.
Adapun tanaman yang pantas untuk ditanam seperti  pohon trembesi yang mempunyai daya serap CO² tertinggi dari pohon lainnya.
Menurut pandangan islam, menanam pohon merupakan kegiatan beramal sholeh. Seperti sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya yang berbunyi :
ﺼﺪﻘﺔ ﺒﻬﻴﻤﺔ ﺍﻻ ﻜﺎﻦ ﻟﻪ ﺒﻪ ﻤﻨﻪ ﻄﻴﺮ ﺍﻮ ﺍﻨﺴﺎﻦ ﺍﻮ ﻴﺰﺮﻉ ﺰﺮﻋﺎ ﻔﻴﺄﻜﻞ ﻤﺎ ﻤﻦ ﻤﺴﻟﻢ ﻴﻐﺮﺲ ﻏﺮﺴﺎ
“Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya.” [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab AL-Muzaro'ah (2320), dan Muslim dalam Kitab Al-Musaqoh (3950)]
Jadi, setiap muslim yang menanam tanaman apapun tak akan pernah rugi di sisi Allah SWT. Sebab tanaman tersebut dapat dimanfaatkan oleh siapapun. Jika tanaman yang kita tanam diambil oleh orang lain, maka kita sebagai penanam tetap mendapatkan pahala, sebab tanaman yang diambil tersebut berubah menjadi sedekah bagi kita.
Bapak Bupati yang saya cintai,
Saya mengharapkan penanaman pohon ini tidak hanya dilakukan di sekitar alun-alun kota namun di jalan-jalan desa, pinggir jalan raya. Saya juga mengharap agar Bapak melakukan penyuluhan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat Sidoarjo terutama para siswa – siswi generasi muda di setiap sekolah di Kabupaten Sidoarjo.
Demikian surat dari saya. Saya mohon maaf apabila ada kesalahan kata.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Apresiasi Film "Laskar Pelangi"


Apresiasi Film “Laskar Pelangi”

Sutradara : Riri Riza
Produser : Mira Lesmana


Pemain :

1.      Cut Mini : Ibu Muslimah
2.      Ikranegara : Pak Harfan
3.       Zulfanny : Ikal
4.      Ferdian : Lintang
5.      Verrys Yamarno : Mahar
6.      Slamet Rahardjo : Pak Zulkarnaen
7.      Tora Sudiro : Pak Mahmud
8.      Lukman Sardi : Ikal dewasa
9.      Ario Bayu : Lintang dewasa
10.  Mathias Muchus : Bapak Ikal
11.  Rieke Diah Pitaloka : Ibu Ikal
12.  Teuku Rifnu Wikana : Pak Bakri
13.  Alex Komang : Bapak Lintang
14.  Jajang C Noer : Istri Pak Harfan
15.  Robby Tumewu A Miauw : Ayah A Ling
16.  Yogi Nugraha : Kucai
17.  M. Syukur Ramadan : Syahdan
18.  Suhendri : A Kiong
19.  Febriansyah : Borek
20.  Suharyadi Syah Ramadhan : Trapani
21.  Jeffry Yanuar : Harun
22.  Dewi Ratih Ayu Safitri : Sahara
23.  Marcella El Jolia Kondo : Flo
24.  Levina : A Ling


1.    Sinopsis
Cerita terjadi di Desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitong Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.
Mulai dari sanalah dimulai cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah.
Mereka, Laskar Pelangi – nama yang diberikan Bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi – pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus, dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa merasakan semangat masa kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini.
2.    Analisis Intrinsik
a.    Tema : Pendidikan
b.    Alur : Maju. Alasan, karena penulis menceritakan kejadian dari awal hingga akhir,tanpa ada flash-back
c.    Tokoh :
a)      Ikal :  sensistif dan paling pintar.
b)      Mahar : cerdas dalam berkesenian, sabar, patuh pada orang tua.
c)      LIntang : jenius, punya minat besar, dan aktif.
d)     Kucai : tidak bisa diam.
e)      Syahdan : ceria dan pekerja keras.
f)       A Kiong : memiliki rasa persahabatan yang tinggi, baik hati, dan suka menolong.
g)      Borek : kuat.
h)      Harun : pemalu, memiliki keterbelakangan mental, dan jenaka.
i)        Trapani : tampan.
j)        Sahara : keras kepala, berpendirian kuat, patuh pada agama, ramah, pandai.
k)      Flo : tomboy dan kaya raya.
l)        Aling : cantik dan tegas.
m)    Bu Muslimah : berhati lembut dan baik hati.
n)      Pak Harfan : baik hati dan penyabar.
d.   Latar :
a)         Waktu : Pada waktu kesepuluh Laskar pelangi berjuang dalam pendidikannyamulai dari SD sampai SMP
b)        Tempat : SD SMP Muhamadiyah, rumah, pohon, gua, tepi pantai, dan pasar.
c)         Suasana : Sedih, Senang, dan Cemas.
e.    Pesan/ amanat :
a.         Bahwa sebagai penyakit sosial, kemiskinan harus diperangi dengan metode yang tepatguna membebaskan mereka dari peliknya kehidupan.
b.         Bahwa pendidikan adalah memberikan hati kita kepada anak-anak, bukan sekedar memberikan instruksi atau komando
c.         Bahwa setiap anak memiliki potensi unggul yang akan tumbuh menjadi prestasi cemerlang pada masa depan, apabila mereka diberi kesempatan dan keteladanan oleh orang-orang yang mengerti akan makna pendidikan yang sesungguhnya
d.        Hidup ini dapat kita lalui dengan bahagia apabila kita semangat dalam menjalankan kewajiban kita, dan sabar dalam menghadapi cobaan
e.         Kita dapat meniru semangat yang berkobar dari kesepuluh laskar pelangidi dunia pendidikan, agar kita mampu meraih cita-cita setinggi langit
f.     Sudut Pandang : Orang pertama
3.    Analisis Ekstrinsik
a)      Nilai Sosial Budaya
Adanya perbedaan status antara komunitas buruh tambang dan komunitas pengusaha yang dibatasi oleh tembok tinggi merupakan latar belakang sosial. Dimana interaksi antara kedua komunitas ini memang ada dan saling ketergantungan. Komunitas buruh tambang memerlukan uang untuk melanjutkan kehidupan, sedang komunitas pengusaha memerlukan tenaga para buruh tambang untuk menjalankan usaha mereka.
b)      Nilai Ekonomi
Diambil dari kacamata masyarakat belitong kebanyakan yang tingkat ekonominya masih rendah. Padahal sumber daya alamnya tinggi.
c)      Nilai Pendidikan
Meskipun fasilitas di SD SMP Muhammadiyah belum memadai tapi kegiatan belajar mengajar terlaksana dengan baik.

Template by:

Free Blog Templates